Musik jazz memang tak lagi segmented. Musik jazz kini bisa dinikmati untuk segala usia. Atmosfer itulah yang coba disajikan lewat kemasan Friday is Jazz Day di Vista Sidewalk Café, Jumat (21/12) lalu.
Untuk memenuhi segala usia itu pula bintang tamu yang dihadirkan malam itu mewakili jamannya masing-masing. Ireng Maulana yang populer di era ‘60an, Johan Untung di tahun 1980, dan Tata, artis pendatang baru yang hadir di tengah jazz mania tahun 2000.
“Gimana lagu saya tadi? Masih enak kan suara saya? Meski sudah tua gini saya masih bisa nyanyi enak, kan? Awas kalau ada yang berani bilang suara saya nggak enak!” Meski diucapkan dengan nada keras, kalimat yang diucapkan Ireng Maulana tersebut tentu sekadar kelakarnya.
Usai membawakan tembang Putih-Putih Si Melati karya almarhum Sudarnoto, penggagas Jak Jazz Festival ini mencoba berinteraksi dengan penggemarnya yang memadati pelataran parkir Hotel Garden tersebut. Dan malam itu, pemilik nama Eugene Lodewijk Willem Maulana masih menunjukkan kelasnya. Terbukti sejumlah komposisi menarik yang dibawakannya seperti Unchained Melody, dan We’re In This Love Together mendapatkan aplaus meriah jazz mania di Vista Sidewalk Cafe. Surabaya All Stars yang mendapat bagian mengiringi jazzer gaek ini bisa mengimbangi dengan baik.
Tak hanya menyanyi. Pentas yang juga menutup agenda akhir tahun ini juga diwarnai dentingan gitar yang dimainkan Ireng Maulana. Suasana jadi kian menarik ketika Ireng ‘menantang’ sang pendekar gitar Indonesia asal Surabaya, Tri Wijayanto untuk ngejam.
Sebelumnya, artis jazz pendatang baru, Tata mengisi panggung dengan sejumlah komposisi jazz mancanegara. “Saya memang biasa membawakan lagu-lagu jazz dari luar (negeri),” kata artis yang bulan Mei 2007 lalu merilis album solo produksi Sangaji Records.
Penyanyi yang aslinya bernama Dyah Purwitasari ini menambahkan, sebetulnya dia senang dengan semua jenis musik. Tapi, lantaran label yang memproduksi album perdananya itu cenderung menghadirkan komposisi bernada jazzy, maka Tata ikut terimbas image label tersebut. Pentas ketiga bintang jazz itu benar-benar klimaks ketika Johan Untung dan Tata duet membawakan Spain untuk memenuhi request tamu. Selain Surabaya All Stars, Friday is Jazz Day, Jumat (21/12) itu juga menampilkan Konzep Band, dan Gondo & Friends. [surya, 26 Desember 2007]
28 Desember 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar